Minggu, 24 Desember 2023

Di sini Masih Di Hati

Hanya saja aku masih mengusahakannya.

Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri.

Setelah remuk redam dihantam perasaan.


Entah berapa lama aku menjadi seseorang yang kadang sangat-sangat menyedihkan.

Entah berapa lama aku menjadi keras seperti batu karena terlau berhati-hati.

Dan entah berapa lama aku menjadi seringan kapas yang terbang jika disapa angin.


Tapi, aku tidak pernah berfikir untuk berhenti karena menyerah.

Berputus asa karena pernah terluka.

marah-marah karena pernah patah.

Melukai orang lain karena pernah dilukai seseorang.


Lega rasanya saat aku masih bisa bernafas dengan tenang.

Terasa tentram.

Di sini.

Masih di hati.

Minggu, 03 Mei 2020

Pulang untuk orang yg tersayang.
Pergi untuk mencari Jati diri.
Bertahan untuk sebuah Keadaan.
Merelakan tetapi tak bisa Melupakan.

Selasa, 28 April 2020

Jangan terlalu berharap, nanti yang ada dirimu malah terperangkap

Selasa, 23 Oktober 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Dan akhirnya aku bisa melupakan mu saat siang,
Tapi jika malam tiba
Ingatan ku tentang mu pulih kembali
Ingatan tentang mimpi dimana kita hidup bersama
Yang kini hanya berada di ujung penglihatan ku
.
Ari Kurnia Oktavian

Pada Sebuah Tinta Seni

Dijatuhkan lalu ia tinggalkan. Dia bisikan lagi kata rindu untukmu. Dan lagi, kamu membalas rindu itu. Hanya ketika dia patah dan teringat padamu. Lalu bagaimana jika tidak patah lagi.?
Haruskah kau jadi tempat persinggahan untuknya? Harusnya kamu pergi dan bebas karena cinta tidak terikat. Pergilah ketika masih ada yg menunggu seseorang yg mungkin belum bertemu namun itu jodohmu.🌠


Ari Kurnia Oktavian

Kamis, 23 Agustus 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Cintaku padamu bukanlah tulisan diatas pasir.
Yang dengan mudahnya tersapu ombak dibibir
pantai. 
Serta menghilang tanpa sisakan bekas.
Kemudian kutuliskan lagi... 
Cintaku padamu bukan
tulisan diatas kaca. 
Yang apabila terhapus tak
meninggalkan jejak. 
Namun kutuliskan dilangit-
langit hatiku.
Dengan tinta doa dan harapan.
Cintaku padamu bukanlah bualan sesaat.
Yang apabila bosan menerjang hatiku.
Dapat tergantikan semauku.
Karena cintaku bukanlah cinta main-
main.

Oleh : Ari Kurnia Oktavian

Pada Sebuah Tinta Seni

MENGAPA KAU KEMBALI
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Kopiku kini menjadi dingin
Sama seperti sikapmu

Kopiku kini menjadi basi
Sama seperti ucap janjimu

Sapamu tak sehangat dulu
Kini terasa hambar ditelingaku

Tatapan itu kini bukan lagi milikku
Sebab telah ada yang merebutnya dariku

Genggaman itu juga bukan lagi milikku
Sebab ia berhasil merayumu

Pelukan itu bukan lagi untukku
Sebab sudah ada yang memberikan kenyamanan melebihiku

Kopi yang terseduh tetap akan meninggalkan ampas
Sama seperti kenangan saat bersamamu yang akan selalu membekas

Minggu, 19 Agustus 2018

Pada Sebuah Tinta Seni


“SUDAHLAH”
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Langit menjerit menahan pahit
Air berjatuhan tinggalkan awan
Sungguh hati terkikis sakit
Oleh tajamnnya sebuah ucapan
Malam tak lagi kelam
Sunyi tak lagi sepi
Tangan tak mampu menggenggam
Berjuta harapan yg berlari
Hujan bergemuruh
Seiring hati yg runtuh
Angina bertiup kencang
Seiring rasa ini datang
Hati lelah terus menanti
Kau yg terus berlari
Sadarkah kau akan kehadiranku?
Sadarkah kau akan hatiku?
Sadarkah kau kan rasaku?
Sadarkah kau akan pengorbananku?
Aku mencintaimu
Tapi kau mencintainya
Bagaimana dengan hatiku?
Apakah kau memperdulikannya?”

Selasa, 05 Juni 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Cinta Ayah
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Sikapnya memang keras

Sikapnya memang tegas

Sikapnya memang kolot

Bahkan semuanya tampak buruk di mataku



Tapi hati ini tidak bisa bohong

Hati ini bagaikan lonceng

Yang ketika di ketuk akan bergetar

Bergetar sampai ke hati yang penuh prasangka



Prasangka yang membuat kebencian

Prasangka yang membuat dendam

Prasangka yang akan membuat diam

Diam dalam murka dan kemarahan



Dan ketika lonceng itu di bunyikan

Semuanya akan terlihat jelas

Tidak lagi samar - samar

Tidak lagi dipenuhi bayangan hitam

Karena yang ada kini hanya perasaan cinta.

Pada Sebuah Tinta Seni

Minggu, 03 Juni 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

PENYESALAN
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Aku menyesal....
Menyesali perbuatanku waktu itu....
Aku sangat bodoh
Kenapa dia yang terluka?
Terluka karena ku

Aku tak akan memaafkan diriku
Jika dia masih berlinang air mata
Karena kebodohanku
Aku akan membenci diriku
Jika dia tak mau bertemu denganku
Karena kesalahanku

Aku rela dicampakkan
Aku rela disakiti
Aku rela terluka
Demi dia
Dia harus bahagia
Walau aku harus aku yang terluka

Namun....
Semua terlambat
Dia tlah pergi
Entah kemana

Kini...
Aku sendiri
Sendiri dan sepi
Sepi tanpa dia
Hanya bayangannya yang tertinggal
Hanya raut wajahnya yang terlintas
Hanya senyumannya yang tak akan sirna dimakan waktu

Jika aku bisa meminta
Aku hanya ingin dia kembali
Kembali bersamaku
Aku berjanji
Tak akan ada airmata lagi
Tapi semua itu hanya angan
Angan itu akan menjadi penyesalan
Penyesalan akan yang sudah lalu.

Pada Sebuah Tinta Seni

HASRAT MERENGKUH-MU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Indah kuasa-Mu ... Tuhan
Seraya merentangkan
Bahasa kasih yang tiada terhingga

Maafkan aku
Yang sering meninggalkan-Mu
dalam hidmat konserto bhakti ...
dan runduk khusuk sembahyang

Kini kusadari
Menampak hidup hanya menghamparkan
Noktah –noktah dosa
Mencabik indahnya mahligai taqwa

Tuhan..
Masih mungkinkah, - hadir dan melihat indah beranda syurga
Meski tak pantas- tak kuasa
Namun ku ingin- damai merengkuh kalimat suci-Mu
Saat ajal menjemputku
Aamiin.

Pada Sebuah Tinta Seni

KU INGIN SEPERTIMU (KARTINI)
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Aku...
Siapa Aku?
Aku?
Aku adalah sosok yang terobsesi akan Kartini
Sosok pahlawan Bangsa
Pahlawan bagi kaum Hawa
Yang menjunjung derajat wanita Indonesia
Mensama ratakan hak dengan kaum pria
Raden Ajeng Kartini ...
aku bangga akan cita-citamu
Aku kagum akan tekad dan semangatmu
Aku ingin sepertimu
Yang mempunyai cita-cita mulia
Berjuang demi pendidikan
Untuk memajukan bangsa Indonesia
Wahai kartini ……
Apakah aku bisa sepertimu...?
Apakah aku bisa?
Apakah aku bisa?
Apakah aku bisa?
Tapi pada siapa aku bertanya
Pada siapa aku bercermin
Untuk melihat jati diriku
Agar dapat menggapai cita - citaku
Aku ingin seperti mu “KARTINI”.

Pada Sebuah Tinta Seni

KEKASIH HATIKU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Tidaklah aku menjual jiwaku kepada cinta hingga aku menjadi budak dan menjadi persembahan kekeliruan penterjemahan hati
Melainkan cinta yang menyapamu di kala kegemerlapan alam memayungi para pemalsu cinta dan engkau hanya menyanyikan senandung pujian dan kerinduan.
Karna itulah aku menyapamu kekasih.
Karna saat bersamamu aku tak perlu lagi bertanya dalam diriku, Apakah ini cinta ?
Apakah dia mencintaiku dengan seluruh kasih dan menjaganya dengan segenggam setia ?
Inilah pesona yang aku taburkan di danau yang tak berarus, menunggu keabadian memetikkan senar - senar kehidupan yang getarannya menggetarkan cahaya dan menyinari malam
Lalu kau datang hanya dengan sebaris senyuman memaknai rangkaian rahasia dan menyingkapnya dalam syair-syair prosa cinta lalu kau siratkan kemuliaanmu terhadap cinta dan kasih sayang.
Lalu aku bertanya pada diriku, dapatkah aku bertahan pada cinta yang begitu indah ini, sementara engkau telah membatasiku dalam satu titik masa yang akan menutup kisah kita lalu kau ukirkan dalam satu ayat kitab keabadian
Lalu akupun menunggu dan menikmati hari-hari bersamamu, dibawah 7 bintang kasih sayang melalui 7 musim cinta.
Inilah cinta tak tergantikan karna hatiku telah menyimpul mati kasih ini, membiarkan 7 musim itu berlalu dan memetik bahagianya.
Kemudian aku membingkai kisah ini di hatiku lalu menutup mataku yang lelah karna kaupun menyandarkan kepalamu di dadaku, membisikan syair-syair ketulusan dan perpisahan
Itulah saat dimana tiada percakapan kita karna cinta telah menjadi bahasa kita
Aku hanya memelukmu ,membelai rambut indahmu dan sesekali menghapus air matamu.
Itulah senyuman terindah yang pernah engkau kecupkan di hatiku
Selamat tinggal kekasih hatiku ..

Pada Sebuah Tinta Seni

PENANTIAN
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Dingin serasa menguliti penantianku
Dulu dalam kelam kau pernah menabur janji
Bila malam akan kau tepati
Selarut sunyi tak jua kau berempati

Kemana kau yang selama ini berparas jelita?
Apakah kau telah tenggelam didasar samudera?

Aku masih terdiam disini menatap wajah senja
dengan penuh tanya;
akankah penantianku ini berujung sia-sia,
atau berakhir bahagia?

Hanya seucap kata yang mungkin bisa meyakinkan
Bahwa kau pantas diberi keyakinan
Kau tak akan biarkan aku larut dalam penantian
Hingga kau katakan : untukku kebahagiaan.

Pada Sebuah Tinta Seni

Senja Yang Indah
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja..
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta..

Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam..
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam..

Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagaikan lukisan..
Di sudut langit yang tipis berawan

  • Hiasan terbesar sepanjang zaman..

Pada Sebuah Tinta Seni

HUJAN SAHABATKU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Hujan seberapa mengerti kau akan rasa diri ini
Kau selalu menemani dikala ku terpekur sendiri
Kau selalu berbagi curahan air mata hati dikala ku menangis dalam sepi

Ketika ku termenung sendiri
Kau datang menenangkan jiwa ini
Dengan suara gemericik mu yang deras namun sunyi
Kau hapuskan air mata ini dengan sentuhanmu yang penuh nurani

Tetes air yang membanjiri
Membasahi rasa sakit yang baru saja ku alami
Membasuh luka ku yang segera ingin ku sudahi
Aku menangis lirih dibawah rintik deras air ini

Hingga tiada yang tau
Aku berduka untuk Teman- Teman yang tak mengerti sakitku
Tetes air mata ini terhapus deras hujan yang mengguyur tubuhku
Aku kuyup dan lega dalam basah bersamaan hujan.

Sabtu, 02 Juni 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

MENGAPA KAU KEMBALI

Kopiku kini menjadi dingin
Sama seperti sikapmu

Kopiku kini menjadi basi
Sama seperti ucap janjimu

Sapamu tak sehangat dulu
Kini terasa hambar ditelingaku

Tatapan itu kini bukan lagi milikku
Sebab telah ada yang merebutnya dariku

Genggaman itu juga bukan lagi milikku
Sebab ia berhasil merayumu

Pelukan itu bukan lagi untukku
Sebab sudah ada yang memberikan kenyamanan melebihiku

Kopi yang terseduh tetap akan meninggalkan ampas
Sama seperti kenangan saat bersamamu yang akan selalu membekas

Pada Sebuah Tinta Seni

MENANTI HADIRMU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Kubiarkan jemariku menari
Diatas lembaran kertas putih
Melukis namamu dengan teliti
Merangkai bait bait puisi dari hati

Ku tuliskan tentangmu dalam bait bait puisi
Jemariku lincah menari dalam alunan sunyi
Sembari berimajinasi hadirmu disini
Temani diri sampai terlelap dalam mimpi

Hingga menunggu tiba waktunya pagi
Aku masih disini dengan hati yang sepi
Merindu hadirmu untuk kembali lagi
Sekedar mengisi hatiku yang kosong ini

Rembulan kini berganti mentari
Saatnya bangun dari indahnya mimpi
Suara burung menyemangati diri
Untuk bertemu dirimu lagi dan lagi

Pada Sebuah Tinta Seni

DIRIMU DAN DUSTAMU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Kau pernah berdiri tepat dihadapanku
Merayuku dengan kata-kata indahmu
Kau bilang, aku wanita yang teristimewa
Sejenak kau berhasil membuatku bahagia

Dunia seperti milik berdua
Aku, kamu dan Cinta kita
Hingga akhirnya; waktu kembali
membangunkanku dari tidur panjangku

Semua kebahagiaan yang telah terjadi
ternyata semu
Dan kau hanyalah fatamorganaku
yang kubiarkan berlalu
Sebab aku sadar, menggapaimu adalah ketidakmampuanku

Cintaku

Dunia adalah fana
Semesta dicipta bukan untuk dinikmati saja
Jika sang pencipta sudah bicara
Semua akan sirna dalam kedipan mata

Sama seperti ketika
aku mengetahui ternyata
cintamu hanyalah semu belaka

Kau tahu;
bagaimana rasanya hati karena ulahmu?
Setelah beribu harap kulayangkan padamu
Sakitnya hingga merobek bilik jantungku

Tampaknya aku salah memberi hati pada
dirimu yang hanya singgah sementara,
bukan berniat menjadikanku rumah
Dan inilah; kenyataan yang menyesakkan dada

Pada Sebuah Tinta Seni

DATANG DAN KEMBALI
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Pada ruang paling sunyi
Aku merasakan hadirmu disini
Menemaniku, bahkan saat sendiri
Kau bawa sebongkah kenangan terperih

Aku kembali teringat perihal hati
yang telah kau sakiti
Kau tancapkan sebilah belati
tepat didadaku sebelah kiri

Cukuplah, bila kau hanya datang menghampiri;
lalu pergi lagi
Hati ini bukan untuk sembunyi;
lalu pergi lagi

Cinta yang pernah kau beri;
telah hilang ditelan sunyi
atau bahkan, kini sudah mati
dan tak akan kembali.

Jumat, 01 Juni 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

PERIHAL PERASAAN
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Pada sunyi malam sosokmu terus membayangiku
Kuterka gambar wajahmu yang terlintas dibenakku
Kau, si pemilik senyum tipis dengan rona pipi merah berhasil memikatku
Serta tatapan tajam yang membuat tenang hatiku

Kau si pemikat senyum
Pesonamu telah memicu andrenalinku
Untuk berani berucap bahwa : aku mengagumimu

Namun lidahku terasa kaku
Perasaan takut selalu menghinggapiku
Akankah kau mengacuhkanku? atau
Kau mempunyai rasa yang sama denganku?

Entah kekagumanku ini pertanda cinta
Sebab malam selalu menjelma bayangmu
Mengetuk pintu syaraf sadarku
Agar bernyali ungkapkan satu kata

Bahwa; Aku Mencintaimu.

Pada Sebuah Tinta Seni

KITA ADALAH SATU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Menatap indah langit kelabu
Seakan terbayang wajah indah di mataku
Sedikit rasa rindu itu kini jadi candu
Duhai kasih,
Apakah ada rindu di hatimu?

Kasih, belum cukupkah ini bagimu
Apa kau tak merasakan detak jantungku
Irama setiap hembusan napasku
Bahkan derasnya setiap aliran darahku?
Semuanya menyebut namamu; di hatiku

Duhai terkasih
Lantunanmu begitu indah
Merasuk ke dalam jiwa
Membuat diri terpaku merana
Merasakan kebahagiaan tanpa tara

Terpikir sejenak olehku
Ketika kau tak ada lagi untukku
Akan jadi seperti apa hidupku?

Oh kasihku
Begitu pun dengan aku,
Saat tak ada dirimu di sampingku,
Dunia tak lagi semanis madu

Sungguh, betapa beruntungnya diriku
bisa menggenggam hatimu
Kasihku, percayalah kita ini satu
Sebab aku dan kamu adalah cinta yang utuh
yang tak terpisahkan oleh jarak dan waktu

Dimanakah Dirimu

sesak berbilang
kau menghilang
aku melapang
namun hati masih,
saja mengenang

aku pasrah
mencoba lupa
pada relung jiwa,
tersimpan luka
belum sembuh juga

ah, sungguh nyeri rasanya
hati mendesak
meminta lapak untuk sesaat rebah
resah berlanjut pasrah
namun perihal melupa ia tetap ogah

lalu harus bagaimana
luka dalam dada masih tetap ada
mencoba menghilangkannya
tak semudah berkata; kau pasti bisa
semua butuh waktu lama.

Pada Sebuah Tinta Seni

Aku Pulang
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Pada sebuah rumah
Tak ada atap penghalang masuknya cahaya
Beberapa tembok sudah pecah
Pondasi rumahpun patah
Dalam hatinya tetaplah berteguh
Sampai matipun aku tetap merindu

Pada sebuah jalan menuju rumah
Terlintas sekelebat bayangan menyapa
Kucoba menerka,
ku kenali ia; tanpa rupa
Anganku tertuju pada kau yang jauh dimata
Beginilah, ketika rindu sedang meraba.

Pada Sebuah Tinta Seni

BIDADARI SURGA-MU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Desir hati menanti fajar..
Indah alunan suara mu..
Engkau bangkitkan aku
Dari mimpi- mimpi buruk yg membekas
Dalam malam kemarin..

Kau bisikan alunan quran
Dengan gaya mhu sendiri...
Tanpa peci dan sarung
Bak ulama dan kaum sholeh lainnua

Tapi aku dapat merasakan
Kuat iman mu yg melilit hati .
Meski tak pernah kau ceritakan
Cerita indah tentang iman...

Wajah sederhana berkacamata ..
Tanpa peci dan sarung sulam..
Kau berkata...
Tetaplah menjadi bidadari surga ku.

Pada Sebuah Tinta Seni

SEMANGAT
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Akankah aku terus seperti ini ?
Akankah aku terus terdiam ?
Melihat semua orang mencaci maki diriku
Membiarkan mereka terus menindasku

Memang tak seharusnya aku begini
Dan memang tak seharusnya aku lemah
Menghadapi mereka yang tak mungkin ku lawan
Adalah hal terbodoh yang mungkin aku lakukan

Biarlah orang berkata apa
Dan biarlah semua orang menganggapku rendah
Karena dimata Tuhan kita semua sama
Hanya situasi dan kondisi lah yang membedakan

Semangat ! Semangat ! Dan terus semangat
Kuatkan hati !
Teruslah melangkah maju
Jangan sampai terhenti ! Hanya karena perkara semata..

Kamis, 31 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

RINDU PADA KICAUAN PAGI
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Kicauan pagi yang ku rindu
kicauan merdumu membuatku terbang dalam indahnya kehidupan
yang membuaku lupa pada hari siang.

Wahai kicauan pagi yang selalu ku nikmati
kini siang sudah kutemui
namun kini, engkau sulit kutemui
saat ku coba bertanya pada embun
hanya sunyi yang menjawab
hingga ku bertanya pada daun yang basah
namun, hanya kekesalan yang ku temui
dan udarapun menyampaikan pesan dari kicauan pagi itu.

Wahai kicauan pagi yang ku rindukan
engkau bersembunyi namun bersuara
mengapa engkau tak pergi bersama dengan siangku
ingin kupeluk engkau dengan rasa rinduku akan hari pagi itu
namun jiwa mengingatkanku, bahwa aku tak lagi bersama dengan hari pagi itu
karena aku telah berada pada hari siang.
hari yang menuntun ku menuju ke hari sore
hingga aku kembali pada hari malamku.

Pada Sebuah Tinta Seni

KEMBALI BERSINAR
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Melalui hari dengan gelap gulita
Menenggelaman kalbu dalam sengsara
Tertutup dalam luka tiada tara
Terhanyut dalam waktu yang begitu lama

Awan gelap menangis
Bulan bintang enggan memperlihatkan wujudnya
Terasa hampah untuk sekian kalinya
Yang tak bisa dapat untuk di mengerti

Detik demi detik kian berlalu
Dengan nada – nada yang terdengar dalam lagu
Mengembalikan hal yang baru
Untuk hidup layaknya sang ratu

Mentari telah dating untuk menunggu
Menunggu hari yang baru menggebuh – gebuh
Lupakanlah gelap yang telah berlalu
Sambut lah mentari untuk kamu.

Pada Sebuah Tinta Seni

MALAIKAT DIHIDUPKU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Malaikat ituLah sebutanMu
Karena hatimu tulus
Merawatku, menjagaku,
Dan membesarkanku.

Kau hanya ada satu,
Dan takkan bisa terganti.
Sebutanmu adalah
"IBU"
Sebutan yang terdengar
Sederhana, namun
Mengartikan seseorang
Yang luar biasa.

Ada dan tiada dirimu
Akan slalu berada
Di Lubuk hatiku...
Sebagai penyemangat,
Dalam hidupku...

Terima kasih Ibu...
Kau adalah
Malaikat dihidupku...
Malaikat yang menerangi
& malaikat yang slalu
Membantu hari - hariku.

TanpaMu aku tak akan
Tahu tentang dunia ini.

Terima kasih takkan
Berhenti aku ucapkan,
Padamu ibu..

Karena, kau adalah
Malaikat dihidupku.

Pada Sebuah Tinta Seni

BOCAH NAKAL
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Ku tatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang mulai kusam
Kulihat dengan jelas kerut keningmu
Yang dulu tak pernah tampak
Tangan mu yang kuat
Kian lemah seiring usia
Langkah mu yang dulu tegap
Kini rapuh dan membungkuk
Maafkan aku ibu
Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa
Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah
Aku masih menyuguhkanmu cerita duka
Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna

Pada Sebuah Tinta Seni

Rabu, 30 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

SENANDUNG SYAIR UNTUK IBU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Bila waktu telah melambai kepadaku
Bila angin memanggil perasaan
Mengajakku tuk bermain kata
Kini tanganku tlah siap
Berdansa dengan pena kecil
Ku mulai merangkai kata-kata
Dan kujadikan senandung untuk ibu
Bersama detik waktu yang berjalan
Yang memutarkan semua kehidupanku
Ku ceritakan semua dalam syair
Tentang cinta
Tentang kasih
Tentang segalanya dari seorang ibu
Ku tuliskan didalam rangkaian syairku
Tentang belaian serta dekapan tangan suci
Dan kuucapkan dalam senandung syairku
Ucapan terimakasih,sayang,dan ma'af ku
Inilah syair yang kutulis untuk mu.

Pada Sebuah Tinta Seni

Pada Sebuah Tinta Seni

MENGHAPUS BAYANGMU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Bayangmu masih terasa hangat
Meski kini kau telah bersanding dengannya
Selalu saja aku mengingat wajahmu
Meski hatimu tak mungkin kumiliki
Berkali kali kusadarkan diri
Ribuan harap coba kutepis
Kamu tak akan pernah kumiliki
Tapi entah mengapa aku selalu mengingatmu
Setiap senyuman
Setiap tatapanmu
Setiap sapaan mu
Selalu berarti buat aku
Aku pun bahagia
Jika itu yang menjadi bahagia mu
Aku pun rela
Asal itu yang menjadi mimpi mu
Sampai hari ini bayangmu masih melekat di dalam hati ku
Aku tak pernah berpikir untuk mencari cinta
Biarlah aku sendiri
Sampai waktu yang kan menghapus semua bayanganmu.

Selasa, 29 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

DEWI SANG PENABUR KASIH
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Ada lembah bersembunyi di balik bukit
Bukit bersembunyi di balik hutan
Dari kejauhan aku berteriak menjerit
Penuh cemas berbuntut ketakutan

Aku sepi, dingin dan lapar
Bernyanyi lirih lagu-lagu sendu
Dinding hati yang kokoh turut bergetar
Merasa sedih karena lelah menantikanmu

Setelah bertahun-tahun lamanya
Kini telah tiba hari-hari yang ku tunggu
Ini tanganku terbuka lebar untukmu
Kemarilah, datanglah dan mendekatlah padaku

Aku saat ini berlimpahkan alasan-alasan
Untuk memujimu, untuk menyanjungmu
Cukup tepat bila kau pantang terlewatkan
Tuhan itu baik, memilih dirimu dan mengirimnya untukku

Bertanyalah kau kepadaku wahai wanita
Menurutmu Siapakah gerangan aku?
Maka terlontarlah kata mesra yang teramat lembut
Berkatalah, kau tidaklah tercipta untuk seseorang
Melainkan untuk bertakwa pada Tuhan dan menjadi imamku

Kalimatnya terdengar bagai syair dari surga
Kini aku tak ragu dalam kebimbangan
Tepatlah kau si Dewi sang penabur kasih
Hadir sebagai penyempurnaku di alam raya

Seandainya saja ada kata yang lebih mulia dari cinta
Bila saja ada kata yang lebih agung dari sayang
Tentu kaulah yang patut memperolehnya
Kemarilah dan biarkan aku menjadi imammu.

Pada Sebuah Tinta Seni

PERMINTAANKU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Hati ini telah sangat bersalah
Karena telah mendusta cinta kita
Yang telah berlangsung cerah
Kini menjadi gelap gulita

Bumi seakantelah tiada
Matahari tak seperti bersinar
Bunga bunga layu tanpa kata
Dan kicauan burung tanpa nada terdengar

Bumi yang mengasuh ku
Dan langit yang menjaga mu
Pada saat langit dan bumi bersatu
Itu saat cinta kita mulai berpadu

Tapi karena noda baru
Langit dan bumi mulai terpisah
Tak tahu betapa karu
Hati ini sudah tak berarah

Ini semua karena ku
Yang telah berbuat sesuatu
Masalah yang dimulai dari ku
Kini menjadi simponi lagu

Ku ingin semua berhenti berlagu
Dan ku ingin semua berlalu
Hanya satu permintaan ku
Permintaan maaf dari lubuk hatiku

Pada Sebuah Tinta Seni

Jumat, 25 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Bintang yang Rindukan Bulan
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Ketika cinta bersemi di antara kita..
Disaat gejolak cinta merasuk kedalam jiwa..
Sering kudengar kalimat indah dari bibirmu...
Slalu kurasa lembutnya cinta kasihmu..

Terlantun bagai simphoni melodi yang indah..
Terlukis bagai goresan pelangi yang sempurna...
Semakin lama semakin kurasa beda..
Kisah cinta yang kini, tak seperti dulu yang indah..
Kurasa kini kau telah berubah..

Dimanakah kamu yang dulu...??

Sikapmu kini tak seperti kau yang dulu..
Kini, sucinya kasihmu tak lagi kurasakan..
Lembutnya belaianmu tak lagi kau berikan...

Pangeranku.. aku rindu..

Aku rindu senyuman yang dulu slalu kau pancarkan..

Pangeranku...

Aku rindu kasih sayangmu yang dulu slalu kau berikan..
Aku rindu kalimat yang dulu slalu kau ucapkan..

Bulan, Kembalikan Pangeranku..
Bintang, Dimanakah Pangeranku video dulu..?
Peri - peri, Kuingin Dia kembali...
Pangeran Bulanku, Aku rindu sosokmu yang dulu...

Senin, 21 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Terkadang berfikir apakah belajar harus pergi bersekolah..?
Apakah mencari pengetahuan harus duduk didepan papan tulis..?
Tentu tidak.
Semua itu hanya jembatan dan perantara..!
.
.
Ari Kurnia Oktavian

Pada Sebuah Tinta Seni

"Upayakan apapun dengan baik dan jujur agar mendapat kepercayaan. Karena kepercayaan jauh lebih berharga daripada sekedar pujian."
.
.
(Ari Kurnia Oktavian)

Pada Sebuah Tinta Seni

"Kekecewaan adalah cara Tuhan tuk mengatakan: Bersabarlah, Aku punya sesuatu yg lebih baik untukmu."
.
.
(Ari Kurnia Oktavian)

Pada Sebuah Tinta Seni

"Buat hidupmu sempurna, dengan membuat orang disekitarmu bahagia. Dan percayalah akan ada banyak cinta yg datang menghampiri."
.
.
.
(Ari Kurnia Oktavian)

Jumat, 11 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Usai
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Ragaku terhempas lepas dilempar angin.
Melayang tinggi tiada batas akhir.

Diatas langit,kulihat cercah cahaya membelah awan
Berjuta pasang mata hujani bumi
Apa yg terjadi ?
Pelukanku tiada lagi erat.
Bola matamu tiada bisa ku palingkan.
Sejuk hembus nafasmu buatku kan jauh terbang.

Makhluk bersayap menuntun langkahku.
Menuju kedamaian, ragaku dibalut kain suci
Tersungkur dalam peristirahatan abadi.

Kini bulu mataku kan menutup dan akan terbuka.
Ketika sang pencipta memintanya.

Belum Ada Judul

CEMBURUKU
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Kami memang sering bertengkar
Sering beradu mulut saat kami berbincang
Selepas orang tua kami sudah tiada,semua hancur
Semua hancur,seakan tak ada lagi kasih dan sayang yang ku dapatkan
Engkau pergi pagi dan selalu pulang larut malam
Siapa lagi yang bisa Aku sayangi disini?
Sementara engkau,hanya sibuk dengan pekerjaanmu
Aku cemburu,sangat cemburu pada pekerjaanmu
Aku ingn berubah,menjadi manusia yang lebih baik lagi
Kita hanya tinggal berdua,kita harus menjaga dan menyayangi satu sama lain
Hey! Aku ini Adikmu,bukankah kau seharusnya memperdulikanku?
Bukankah kau seharusnya menyayangiku layaknya seorang Kakak yang menyayangi Adiknya?
Cemburuku mungkin adalah sebuah kicauan burung di Pagi Hari
Yang selalu kau hiraukan karena kau benci
Tapi,coba kau dengar dan rasakan,ada makna tersembunyi dibalik itu semua
Ya! Aku ingin,Aku ingin diperdulikan dan selalu kau anggap penting seperti pekerjaanmu
Dan,Aku ingin kau menyayangiku seperti Aku menyayanyimu

Kamis, 10 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

GARIS CAKRAWALA
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Disini...
Menatap garis cakrawala
Mengingatkanku pada bencana dunia
Banjir...
Longsor....
Gunung gunung yang meletus
Menyemburkan lahar panasnya
Apa yang terjadi ...
Apakah tuhan murka pada kita
Bukankah kita lupa bersyukur
Aku takut....
Pemanasan global ?
Atau ini tanda kiamat kecil
Bukankah ini sudah mendekati pada akhir zaman
Wahai mahluk tuhan
Pada akhirnya imanmu akan di pertanyakan
Untuk itu tetaplah pada jalannya
Karna garis cakrawala tidak akan pernah lurus.

Pada Sebuah Tinta Seni

AKU INGIN
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Andai kau sesosok perempuan dengan keperdulian tinggi
Aku ingin bercerita, dan kuharap kau tertawa bahagia

Aku baru saja menyeduh sebuah kopi
Menyeruputnya secara perlahan
Menahan rasa dan kehangatannya dalam-dalam
Hingga aku lupa, ini tepat dua belas malam
Saatnya hari berganti
Saatnya kantuk menghampiri

Seperti hari yang berganti
Dari sikapmu yang tidak perduli
Berharap menjadi lebih baik hati
Kepada sesama, terutama yang tulus mencintai
Mencintai segala kekurangan, dan segala ketidakperdulianmu
Aku ingin

Sekarang hari sudah berganti
Saatnya raga ini melelapkan diri
Melanjutkan hari demi hari
Untuk satu alasan yang tidak pasti
Yakni mencintai tanpa belum tentu dicintai

Sekarang tertawalah
Aku cuma bisa berharap kau selalu bahagia
Dan semoga tidak ada karma nanti
Untukmu,
Untuk ketidakperdulianmu

Rabu, 09 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Sajak Buku
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Buku...
Kau adalah sumber ilmu
Dimana aku belajar dan membaca
Dari aku tak tahu sampai tahu
Buku...
Kau adalah jendela ilmu
Jendela menuju kehidupan yg lebih sukses
Menuju kehidupan yg lebih indah
Halaman demi halaman
Lembar demi lembar
Kubaca dengan serius
Hingga aku lupa waktu

Terimakasih buku
Engkau tamani aku
Dari kecil hingga besar
Tuk menggapai cita-citaku

Pada Sebuah Tinta Seni

Sajak Tangan Jail  dan Air Tawar
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Aroma busuk melingkupi hidup.
Sempitkan paru-paru.
Tinggalkan bisu.
Arus sebarkan cemar.
Lalat terbang riang.
Hinggapi ikan-ikan yg terkapar.

Gemercik hitam menampar pemukiman.
Atap terkubur ditelan lumpur
Hujan semalam
Buahkan lautan.
Balon-balon mengapung, antarkan pembasmi lapar.

Berjerit hati mengasakan musibah surut.
Ditengah-tengah negara yg sedang carut marut.

Senin, 07 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Rindumu bukan Milikku Lagi
Oleh : Ari Kurnia Oktavian

Meski...
Rindumu bukan milikku
Namu hatiku selalu menyimpan rindu.
Memujamu tidak lagi nyata.
Ingin kulupakan tapi tak bisa.

Maafkan aku...
Bila tak sanggup lagi menemanimu.
Harus berdiri diatas janjimu.
Lelah lebih terpatri ingkar.

Hargailah pilihanku...
Meninggalkanmu bukanlah dosa.
Tapi semua hanya demi satu kata.
Yaitu BAHAGIA.

Terimakasih atas segala cintamu.
Walau kini rindumu bukan milikku lagi.
Senyummu bukan untukku.
Bersamamu aku pernah bahagia.


Selasa, 01 Mei 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

"AKU DAN AIR MATA"
Oleh Ari Kurnia Oktavian
   -----------------
Dari Melihatmu.
Kaulah sosok yg ku cari
Yang ku idamkan di setiap mimpi tidurku.
Yang membuatku ingin tak melepasmu.
Dari pandanganku.

Kau tampan,baik hati,dan bijaksana
Yang selalu menjadi idaman para kaum
Yang selalu ingin dimiliki oleh banyaknya wanita
Begitu juga dengan diriku.

Namun, aku berhenti sejenak
Sehilir angin telah mengingatkanku
Untuk berkaca dan berangan
Siapakah diriku ?
Apa alasan aku mengaguminya ?
Tak kuasa ku menahan dan akhirnya menetes juga derai air mata

Derai air mata yg ingin selalu memndangnya
Derai air mata yg ingin tak melepasnya
Derai air mata yg mengantarkan bahwa diri ini tak pantas untuknya.

Hanya dapat mendoakan dalam heningnya malam
Disertai tetesan air mata
Yg seolah memohon ingin memilikinya
Yg seolah memohon untuk dapat menjaganya dari jauh"
.
.
.
Wattpad : arikurniaoktvn_
Blogger : blogarikurniaoktavian.blogspot.com

Selasa, 24 April 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Permintaan Maafku
Penulis : Ari Kurnia Oktavian

Saat aku melukaimu
Menyakiti persaanmu
Mugkin tak ada yang tau
Hatimu menangis karena aku

Aku tak pernah tau
Dibalik senyuman manismu
Ada amarah dan tangis padaku

Maaf..
Mungkin sulit untuk kau terima
Rasanya sakit didada
Untuk menerima maaf dariku

Teman…
Jangan kau simpan dendam
Maaf lebih baik dari segalanya
Jadi terimalah maafku

Walau..mungkin bagimu
Tak semudah yang dibayangkan

Coba dengar aku
Dengar kataku
Biarkan aku menjadi sesuatu
Yang berarti dalam hidupmu

Pada Sebuah Tinta Seni

Sebuah Cerita
Penulis : Ari Kurnia Oktavian

Sulit bernafas dalam duka
Sukar membagi saat suka
Tak bisa melihat dalam kesengsaraan
Tak mau berjalan ketika semuanya menjadi berat
Apakah ini waktunya menerima kenyataan pahit?
Apakah tak ada harapan yang menentang ini di benakmu?
Bukan saatnya mundur waktu berjalan
Bukan saatnya menyerah dalam penderitaan
Ini saatnya mengubah cerita menjadi kebahagiaan nyata
Caranya...
Terimalah kedamaian dalam hatimu dan yakini harapanmu

Jumat, 20 April 2018

Puisi Untuk Ibu Kita Kartini

Semangatmu Kartini
Penulis: arikurniaoktavian

Habis gelap terbitlah terang
hal itulah yang ada di benakmu
dimana tidak ada pembatas
antara kita dan mereka

ingin kau hapuskan pembatas itu
ingin kau tunjukan pada meraka
bahwa tiada yang beda antara
kau kami dan mereka

kau korbankan jiwa ragamu
hidup matimu hanya untuk itu
kau percaya semangat
bahwa kami bisa yang mereka lakukan

usaha semangatmu tak pernah padam
walau banyak caci maki menghadang
kau ingin hapuskan dinding perbedaan
untuk selama-lamanya

hingga pada akhirnya kami pun
memetik hasil jerih payahmu

kartini kau tunjukan kau bisa
Kartini kau inspirasi kami
kartini kau inspirasi wanita negri ini
kartini kau ibu bagi kami

terima kasih atas jasa-jasamu
jasa-jasa yang telah menuntun kami
menjadi orang yang pantang menyerah
menjadi orang yang tak putus asa

terima kasih kartini
doa kami selalu bersamamu

-Selamat Hari Kartini- 


Oleh : Ari Kurnia Oktavian
http://blogarikurniaoktavian.blogspot.co.id

Minggu, 25 Maret 2018

Ketika mimpimu belum juga terwujud, ketahuilah bahwa itu karena kamu belum temukan jalannya. Percayalah, Tuhan hanya menundanya untuk sementara.


Oleh :Ari Kurnia Oktavian
https://blogarikurniaoktavian.blogspot.co.id

Jumat, 23 Maret 2018

Pada Sebuah Tinta Seni

Tidak perlu mematikan cahaya orang lain.
Hanya demi membuat dirimu bercahaya sendiri.

Pribadi yg baik adalah bercahaya dimanapun kau berada, dan bercahaya untuk orang banyak akan lebih berguna.

Oleh : Ari Kurnia Oktavian
https://blogarikurniaoktavian.blogspot.co.id

Kamis, 04 Januari 2018

Jadi Kakak Paling Baik, Ini 4 Zodiak yang Paling Dewasa!

Jadi Kakak Paling Baik, Ini 4 Zodiak yang Paling Dewasa!
 Jika kamu punya banyak teman, kamu pasti bisa membedakan mana yang punya sifat kekanak-kanakan dan mana yang punya tingkat kedewasaan yang matang. Dan teman-teman yang punya sikap dan pemikiran dewasa biasanya adalah mereka yang punya sekian zodiak ini lho.
1. Libra
Libra mungkin sering bingung membuat keputusan dalam hidup dan tipe peragu. Tapi ternyata ia adalah salah satu orang yang paling dewasa secara pemikiran lho. Mungkin karena ia juga sering memikirkan banyak hal sebelum melakukan suatu hal, ia jadi lebih paham mana pilihan bijak yang perlu dilakukan.
2. Capricorn
Capricorn bukan hanya pekerja keras dan memjadikan keluarga sebagai prioritas, tapi ia juga punya kedewasaan yang matang, bahkan untuk usianya yang mungkin belum terlalu tua. Ia tipe yang bertanggung jawab dan bisa diandalkan, dan mungkin inilah yang membuatnya menjadi salah satu orang yang dianggap dewasa.
3. Cancer
Cancer adalah pribadi yang dewasa secara alami. Mungkin karena Cancer peduli dengan orang di sekitarnya, mengayomi dan tidak egois serta berperasaan sensitif, ia jadi lebih terlihat keibuan di hadapan teman-temannya. Ia juga yang akan dicari ketika temannya butuh curhat dan butuh bantuan, karena ia selalu bisa menenangkan.
4. Virgo
Viro adalah orang yang perfeksionis dan ingin segalanya berjalan lancar, sesuai rencana tanpa kesalahan. Jika tidak didukung dengan pemikiran dewasa, ia tak mungkin ingin segalanya sempurna. Karena baginya, hanya anak-anak yang ceroboh dan masih sering melakukan kesalahan yang tak perlu. Orang dewasa melakukan segalanya dengan benar.
Wah....ternyata itu sekian zodiak yang paling dewasa di antara 12 zodiak. Kamu termasuk salah satu pemilik zodiak di atas juga, ladies?


Oleh : Ari Kurnia Oktavian

Suka Berpikir Buruk, Ternyata Ini 4 Zodiak yang Paling Pesimis!

Suka Berpikir Buruk, Ternyata Ini 4 Zodiak yang Paling Pesimis!
Cara berpikir seseorang bukan hanya terbentuk karena pengalaman yang ia dapat selama hidup, tapi ternyata juga berpengaruh dari karakter alami yang ia bawa sejak lahir. Dan beberapa zodiak terkenal dengan cara memandang sesuatu secara positif dan optimis sedangkan lainnya cenderung pesimis.
Dan inilah sekian zodiak yang ternyata paling pesimis di antara 12 zodiak lainnya.
1. Virgo
Virgo memang sering punya harapan tinggi, sayangnya ia juga sering kecewa karena harapan tak sesuai kenyataan. Dan mungkin inilah yang membuat Virgo sering berpikir pesimis terhadap apa pun. Ia juga tidak gampang puas karena sifatnya yang suka segalanya berjalan sempurna, itulah mengapa ia sering memandang ragu dan pesimis terhadap orang lain karena menganggap ia mungkin saja tak bisa bekerja sebaik dirinya.
2. Capricorn
Capricorn adalah seseorang yang lebih suka melakukan segalanya sendiri, dan tipe yang keras terhadap diri sendiri. Daripada percaya terhadap kemampuan diri sendiri, ia lebih sering menganggap dirinya tak bisa melakukannya. Ia cenderung menyalahkan diri sendiri akan kegagalan yang ia hadapi karena sikap pesimis yang berlebihan.

3. Cancer
Cancer memang punya perasaan sensitif dan terkadang gampang tersinggung, saking sensitifnya. Ketika situasi berjalan tak seperti yang ia harapkan, ia akan berpikiran negatif. Ia akan bersikap seakan jadi korban dan menyalahkan dunia atas apa yang terjadi padanya. Ia bisa bersikap semanis mandu tapi juga bisa sepahit pare ketika sedang mood swing.
4. Scorpio
Scorpio akan sangat pesimis ketika kenyataan tak sesuai harapannya. Seakan tak ada jalan keluar untuk masalah yang ia hadapi. Ia hanya berpikir semua akan jatuh dan tak bisa ditolong sebelum ia benar-benar memikirkan solusinya. Ia butuh seseorang untuk memotivasinya agar sifat pesimisnya tidak menghancurkan dirinya sendiri.
Itu dia sekian zodiak yang ternyata punya kecenderungan jadi zodiak paling pesimis. Kamu butuh motivasi dan semangat agar tidak sering pesimis ya ladies.

Minggu, 31 Desember 2017

HUKUM MEMASANG FOTO DI MEDIA SOSIAL

HUKUM MEMASANG FOTO DI MEDIA SOSIAL
Hukum memasang foto di media sosial
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)
Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:
- Bisa membuat pria yang sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan. Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya. Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.

- Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dengan cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dengan tidak memajang fotonya.

- Betapa banyak wanita yang menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan,  ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa. 

- Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang-orang jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal-hal lain yang merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dengan memakai foto-foto anda)

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan muslim dan muslimah untuk menjaga pandangannya dari lawan jenis yang bukan mahram. Tak sampai di situ Allah pun
memerintahkan masing-masing kepada mereka untuk saling menjaga diri. Ketika mengupload foto Anda di internet maka anda secara tak langsung telah “menandatangani kontrak” bahwa anda membebaskan siapapun bebas untuk memandang Anda tanpa terkecuali. Terus dimana penjagaan Anda terhadap kehormatan Anda dan orang lain? Wahai para wanita...tahukah anda bahwa:

(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa-
dosamu

(2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu....

(4) Bayangkanlah... betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??

(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah.

(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!!

Dari segi syariah, jelas perilaku ini menyelisihi Firman Allah Subhanahu wa ta’ala ,
“Dan menetaplah di dalam rumah kalian dan jangan bertabarruj sebagaimana orang jahiliyyah yang pertama....” (QS. An Nur : 33)
Imam Mujahid Rahimahullah berkata tentang ayat ini, “Dahulu wanita berjalan jalan di sekitar para lelaki, maka inilah yang dimaksud dari Tabarruj orang jahiliyyah pertama.” (HR.
Abdurrazzaq no 2340 dalam kitab Tafsirnya)

Imam Baghowi Rahimahullah berkata, “(Dan janganlah kalian bertabarruj), Mujahid dan Qatadah berkata Tabarruj ialah berlenggak lenggok dan mencari perhatian. Ibnu Abi Najih berkata itu adalah berlenggak lenggok. Dan dikatakan bahwa itu artinya Memperlihatkan perhiasan dan menunjukkan kecantikannya kepada lelaki.” (Tafsir Ma’alimu At Tanzil karya
Imam Baghowi. Wafat : 510 H)

Imam Al Qurthubi Rahimahullah berkata, “Arti asal kata “Buruj” ialah terlihat. Dan dari itu Tabarruj nya seorang wanita dengan memperlihatkan perhiasannya.” (Tafsir Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an karya Imam Qurthubi. Wafat : 671 M)

Imam Syaukani Rahimahullah juga berkata, “ Tabarruj ialah wanita memperlihatkan dari perhiasan dan kecantikannya yang wajib ditutupi yang bisa membangkitkan syahwat lelaki.” (Tafsir Fathul Qodir karya Imam Syaukani. Wafat : 1250 H)

Dari ayat ini bisa kita fahami bahwa kebiasaan wanita mengupload foto diri nya di profil maupun album di jejaring sosial adalah salah satu dari tabarruj yang diharamkan oleh Allah
Subhanahu wa ta’ala . Karena telah memperlihatkan keindahannya dan kecantikannya kepada publik. Bahkan perbuatan ini jauh lebih buruk dari bertabarruj di dunia nyata. Karena di jejaring sosial, semua orang baik itu baik, buruk, jahat, bodoh, maupun alim, semuanya bisa melihat dan mengunduhnya semau dia lalu mempergunakan foto itu di hal yang diharamkan. Sedangkan di dunia nyata, mungkin masih bisa untuk menahan padangan atau nafsu darinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sangat membeci orang yang gemar membuat gambar. Dan orang yang membuat gambar adalah orang yang paling besar azabnya di akhirat nanti. Sedangkan Memfoto juga termasuk dari membuat gambar.

Dari Abdullah ibn Mas’ud, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling berat azabnya di hari akhirat adalah para pembuat
gambar” (HR Bukhori 5950 dan Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullah berkata, “Para Ulama’ berkata bahwa menggambar gambar hewan hukumnya sangat diharamkan dan itu adalah termasuk dosa besar karena dia dijanjikan kepadanya peringatan keras ini. Dan baik dibuat untuk dipakai atau untuk yang lainnya, maka membuatnya adalah haram dengan segala hal, dan baik itu di baju atau karpet atau dirham atau dinar atau uang atau tempat minum atau tembok atau yang lain sebagainya.” (Fathul Bari karya Imam Ibnu Hajar Al Asqalani)

Dari Abdullah ibn Umar berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang membuat gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat
lalu dikatakan kepada mereka “hidupkan apa yang telah kalian buat!” (HR Bukhori Muslim)

Adapun beberapa ulama’ yang membolehkan berfoto, itupun hanya sebatas kebutuhan yang darurat. Seperti foto tanda pengenal, KTP, Paspor dll. Bukan untuk di koleksi maupun
dipertontonkan kepada khalayak ramai. Dari segi akhlaq dan perilaku, seseorang yang terbiasa mengupload foto dirinya di jejaring sosial cenderung ingin memamerkan apa yang dia kerjaan saat itu. Sehingga kadang tak luput dari suatu pekerjaan kecuali dia memfoto itu lalu mengupload foto itu di jejaring sosial. Bagi yang berjilbab agar dilihat bahwa ia telah berjilbab, bagi yang bercadar agar dilihat ia telah bercadar. Padahal sifat pamer, ingin dilihat atau riya’ adalah akhlaq yang buruk.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin didengar, maka Allah akan menjadikanya didengar dengan itu. Dan barangsiapa ingin dilihat, maka Allah akan menjadikanya dilihat dengan itu.” (HR Bukhori 6499)

Allah berfirman Subhanahu wa ta’ala ,
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. (*) Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia sialah disana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Hud : 15-16)

Dari segi mental, wanita adalah fitnah terbesar bagi lelaki. Mungkin banyak yang mengkritik bahwa ini hanya pikiran lelaki-lelaki yang bernafsu aja, sedangkan lelaki biasa tidak. Jelas pemikiran ini tidak sesuai kenyataan. Salah satu keistimewaan Islam adalah agama yang sesuai dengan kenyataan. Bukan hanya retorika maupun khayalan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk-tumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS Al Maidah : 14)

Allah Subhanahu wa ta’ala menamkan pada jiwa setiap lelaki rasa suka terhadap harta begitupula pada wanita, maka dari itu Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rambu-rambu
agar rasa suka itu tidak dilampiaskan di jalan yang salah. Allah pun memperingati para lelaki bahwa wanita itu adalah fitnah yang besar yang bisa memalingkan diri dari iman dan
ibadah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan menjaga kemaluanya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An Nur :30)
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman agar mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak darinya...” (An Nur: 31)
Maka tugas wanita adalah membantu para lelaki agar dapat menjaga pandangan mereka dengan tidak mengupload apapun dari foto dirinya di tempat umum seperti jejaring sosial. Bahkan apabila dia terus mempertontonkan kecantikannya dan dirinya maka itu termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksaannya.” (QS Al Maidah : 2)
Ibnu Hajar Al Haitami Rahimahullah berkata, “Barangsiapa sudah dipastikan bahwa lelaki non mahrom melihat dia maka wajib baginya untuk menutup wajahnya darinya, jika tidak, maka dia membantunya dalam perbuatan yang diharamkan, maka ia berdosa ”. (Kitab Tuhfatul Muhtaj)

Oleh karena itu, janganlah kalian upload foto diri kalian wahai para muslimat yang dirahmati oleh Allah. Karena itu adalah perbuatan maksiat yang amat tidak disukai Allah dan RasulNya. Dan semoga Allah selalu memberikan kita hidayah, ketaqwaan, Iffah dan kekayaan. Wallahu a’lam .

Tanya-jawab:

1. Kalo foto bareng temen-temen atau keluarga. Terus diupload.. Bagaimana hukumnya?tetep gak boleh yaa?
Jawab: 
Boleh

2. Kalo fotonya hanya tampak belakang, bagaimana? Atau hanya bagian kaki...
Jawab: 
Bisa

3. Kalo gambar.. Misalnya saya bikin gambar pake gambar kartun yang ada di gugle.. Tapi ditambah dengan hadits atau pot. Ayat alqur'an bagaimana hukumnya..
Jawab: 
Boleh

4. Astagfirullah, terus gimana caranya kita menghilangkan kebiasaan ini mbak.. Agar terbiasa TIDAK memajang foto kita lagi mbak. mohon petunjuknya mbak.
Jawab: 
Ingatlah selalu Allah ketika kita akan memposting foto. Karena hanya Allah yang maha tahu.

5. Bunda, kadang kita gak pasang fotopun kalo kita terkenal di medsos, seperti FB,twitter dll, kadang bahkan fb kitapun di salah gunakan oleh tangan-tangan jahil, di hack terus di buat macem-macem, itu gimana?
Jawab: 
Hapus dan jangan gunakan akun tersebut ya nanda. Akun yang di hack biasanya akan yang selalu update status di medsos

6. Umm, batasan ghadul bashar itu gimana ya? Apa ada kegiatan tertentu yang membolehkan untuk bertatapan dengan non mahram? Saya pernah diajar di tempat kursus oleh ikhwan yang sangat menghindari melihat ke arah murid wanita. Kalo itu jadi menyulitkan untuk proses pembelajarannya gimana umm?
Jawab: 
Iya bila masalah pendidikan tidak masalah. Batasannya tidak boleh berdua-duaan walaupun ia guru atau apapun. Tidak mahram makanya beliau atau nanda tidak nyaman karena ada iman kita yang melindungi. Bertatapan hanya jika perlu saja.. Afwan.

7. Bun mau tanya, kalo laki-laki yang suka narsis di medsos pasang foto biar banyak yang follow ditambah posting tentang agama padahal copas tapi seolah-olah itu karya sendiri, bagaimana? Apakah sama seperti wanita dlarang upload foto
Jawab: 
tentunya sama antara laki-laki dan perempuan.

8. Gimana dengan laki-laki yang suka curhat masalah rumah tangganya di fb? saya punya teman seperti itu akhirnya saya block terus dia marah-marah katanya memutus silaturahim itu dosa dll. Saya cuma risih karena saya pun kenal baik istrinya sampai sekarang kalo ketemu saya gak mau nyapa padahal saya sudah bilang silaturahim tetap berjalan,cuma di fb saya gak mau kalo hoby curhatnya gak ilang. apa pantes coba seorang suami cerita aib istrinya di dunia maya.,lah yg selingkuh lah, yang materialis lah dll, kita yang baca kan risih. Saya pernah tegur tapi dia bilang inilah saya apa adanya. ya sudah saya bock eh malah saya di tuduh memutuskan silaturahim.
Jawab: 
betul tindakan nanda. Curhat bukan di media sosial. Tapi cepatlah pada Allah maka akan selalu di dengarkan.

9. Gimana kalo kita sudah mengindari upload foto, tapi misalkan saat sedang kumpul dengan temen-teman, kita foto bersama, kemudian mereka justru yang upload. Apa kita juga salah karna kita ikut foto? Jadi yang harus dihindari itu foto atau upload foto?
Jawab: 
Dalam kasus ini bisa pesan di teman untuk memburamkan wajah kita . Kalo sudah terlanjur tidak masalah. Yang penting saat berfoto nanda tidak menghadap kamera terlalu dekat.

10. Bun rha mau tanya maaf kalo dluar topik kita. Jika ada seorang lelaki yang jujur akan perasaannya kepada kita dan dia hanya ingin kita mengetahui tentang yang dia rasakan tanpa meminta untuk membalas rasanya, lelaki hanya ingin jujur tentang perasaannya saja dan dia juga bilang " saya tak ingin mngotori hati anda tetap istiqommah dan jaga hati anda" setelah itu dia menghindar untuk menjaga jarak dan satu sama lain sama-sama menghindar. apa itu termasuk memutuskan tali silaturahmi mbak... kalo bertemu sepeti tidak saling kenal hanya sekedar senyum saja. Tetapi dia sering bbm hanya untuk mngingatkn shalat dan mmbangunkan untuk shalat tahajud ataupun untuk sahur. Tu gimana ya mbak.mohon penjelasannya mbak...
Jawab: 
Bukan nanda. Itu hanya menjaga jarak. Itu jalan terbaik

11. Kalau bbm kayak gitu gak apa-apa kan mbak. Ada yang bilang kalau bbm atau sms sama lelaki tu gak boleh.
Jawab: 
sesuai dengan kebutuhan saja. Tidak untuk curhat-curhatan gitu

Doa Kafaratul Majelis...
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

Oleh : Ari Kurnia Oktavian

Di sini Masih Di Hati

Hanya saja aku masih mengusahakannya. Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri. Setelah remuk redam dihantam perasaan. Entah berapa lama ak...

Belum Ada Judul