Minggu, 19 Agustus 2018

Pada Sebuah Tinta Seni


“SUDAHLAH”
Oleh Ari Kurnia Oktavian

Langit menjerit menahan pahit
Air berjatuhan tinggalkan awan
Sungguh hati terkikis sakit
Oleh tajamnnya sebuah ucapan
Malam tak lagi kelam
Sunyi tak lagi sepi
Tangan tak mampu menggenggam
Berjuta harapan yg berlari
Hujan bergemuruh
Seiring hati yg runtuh
Angina bertiup kencang
Seiring rasa ini datang
Hati lelah terus menanti
Kau yg terus berlari
Sadarkah kau akan kehadiranku?
Sadarkah kau akan hatiku?
Sadarkah kau kan rasaku?
Sadarkah kau akan pengorbananku?
Aku mencintaimu
Tapi kau mencintainya
Bagaimana dengan hatiku?
Apakah kau memperdulikannya?”

Di sini Masih Di Hati

Hanya saja aku masih mengusahakannya. Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri. Setelah remuk redam dihantam perasaan. Entah berapa lama ak...

Belum Ada Judul