“SUDAHLAH”
Oleh
Ari Kurnia Oktavian
Langit
menjerit menahan pahit
Air
berjatuhan tinggalkan awan
Sungguh
hati terkikis sakit
Oleh
tajamnnya sebuah ucapan
Malam
tak lagi kelam
Sunyi
tak lagi sepi
Tangan
tak mampu menggenggam
Berjuta
harapan yg berlari
Hujan
bergemuruh
Seiring
hati yg runtuh
Angina
bertiup kencang
Seiring
rasa ini datang
Hati
lelah terus menanti
Kau
yg terus berlari
Sadarkah
kau akan kehadiranku?
Sadarkah
kau akan hatiku?
Sadarkah
kau kan rasaku?
Sadarkah
kau akan pengorbananku?
Aku
mencintaimu
Tapi
kau mencintainya
Bagaimana
dengan hatiku?
Apakah
kau memperdulikannya?”