Hanya saja aku masih mengusahakannya.
Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri.
Setelah remuk redam dihantam perasaan.
Entah berapa lama aku menjadi seseorang yang kadang sangat-sangat menyedihkan.
Entah berapa lama aku menjadi keras seperti batu karena terlau berhati-hati.
Dan entah berapa lama aku menjadi seringan kapas yang terbang jika disapa angin.
Tapi, aku tidak pernah berfikir untuk berhenti karena menyerah.
Berputus asa karena pernah terluka.
marah-marah karena pernah patah.
Melukai orang lain karena pernah dilukai seseorang.
Lega rasanya saat aku masih bisa bernafas dengan tenang.
Terasa tentram.
Di sini.
Masih di hati.