Senin, 10 Juli 2017

Pada Sebuah Tinta Seni

SEKOLAH

Kala pagi embun yang bening.
Berpalut dengan ramai dan terkadang sunyi.

Jam beker tak ayal bosan memandang rupaku.
Azan subuh ingin ku kasetkan seperti kemarin.
Hari-hari tak seperti bulan yang yang tumbuh ini

Entah mengapa aku harus dengan meja kayu yang usang ini
Aku bosan.
Inikah hadiah yang kuterima.
Ilmu – ilmu yang kau sajikan Tuan berkumis tebal.
Bagai orang yang berkerumungi mayat bekas penembakan.

Pada penghujung hari.
Bel kisah pun berdenting.

Oleh: Ari Kurnia Oktavian

Di sini Masih Di Hati

Hanya saja aku masih mengusahakannya. Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri. Setelah remuk redam dihantam perasaan. Entah berapa lama ak...

Belum Ada Judul