Cintaku padamu bukanlah tulisan diatas pasir.
Yang dengan mudahnya tersapu ombak dibibir
pantai.
Serta menghilang tanpa sisakan bekas.
Kemudian kutuliskan lagi...
Cintaku padamu bukan
tulisan diatas kaca.
Yang apabila terhapus tak
meninggalkan jejak.
Namun kutuliskan dilangit-
langit hatiku.
Dengan tinta doa dan harapan.
Cintaku padamu bukanlah bualan sesaat.
Yang apabila bosan menerjang hatiku.
Dapat tergantikan semauku.
Karena cintaku bukanlah cinta main-
main.
Oleh : Ari Kurnia Oktavian
Kamis, 23 Agustus 2018
Pada Sebuah Tinta Seni
MENGAPA KAU KEMBALI
Oleh Ari Kurnia Oktavian
Kopiku kini menjadi dingin
Sama seperti sikapmu
Kopiku kini menjadi basi
Sama seperti ucap janjimu
Sapamu tak sehangat dulu
Kini terasa hambar ditelingaku
Tatapan itu kini bukan lagi milikku
Sebab telah ada yang merebutnya dariku
Genggaman itu juga bukan lagi milikku
Sebab ia berhasil merayumu
Pelukan itu bukan lagi untukku
Sebab sudah ada yang memberikan kenyamanan melebihiku
Kopi yang terseduh tetap akan meninggalkan ampas
Sama seperti kenangan saat bersamamu yang akan selalu membekas
Oleh Ari Kurnia Oktavian
Kopiku kini menjadi dingin
Sama seperti sikapmu
Kopiku kini menjadi basi
Sama seperti ucap janjimu
Sapamu tak sehangat dulu
Kini terasa hambar ditelingaku
Tatapan itu kini bukan lagi milikku
Sebab telah ada yang merebutnya dariku
Genggaman itu juga bukan lagi milikku
Sebab ia berhasil merayumu
Pelukan itu bukan lagi untukku
Sebab sudah ada yang memberikan kenyamanan melebihiku
Kopi yang terseduh tetap akan meninggalkan ampas
Sama seperti kenangan saat bersamamu yang akan selalu membekas
Minggu, 19 Agustus 2018
Pada Sebuah Tinta Seni
“SUDAHLAH”
Oleh
Ari Kurnia Oktavian
Langit
menjerit menahan pahit
Air
berjatuhan tinggalkan awan
Sungguh
hati terkikis sakit
Oleh
tajamnnya sebuah ucapan
Malam
tak lagi kelam
Sunyi
tak lagi sepi
Tangan
tak mampu menggenggam
Berjuta
harapan yg berlari
Hujan
bergemuruh
Seiring
hati yg runtuh
Angina
bertiup kencang
Seiring
rasa ini datang
Hati
lelah terus menanti
Kau
yg terus berlari
Sadarkah
kau akan kehadiranku?
Sadarkah
kau akan hatiku?
Sadarkah
kau kan rasaku?
Sadarkah
kau akan pengorbananku?
Aku
mencintaimu
Tapi
kau mencintainya
Bagaimana
dengan hatiku?
Apakah
kau memperdulikannya?”
Langganan:
Komentar (Atom)
Di sini Masih Di Hati
Hanya saja aku masih mengusahakannya. Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri. Setelah remuk redam dihantam perasaan. Entah berapa lama ak...
Belum Ada Judul
-
Jadi Kakak Paling Baik, Ini 4 Zodiak yang Paling Dewasa! Jika kamu punya banyak teman, kamu pasti bisa membedakan mana yang punya sifa...
-
Bukit Barade, Spot Baru Melihat Sunrise di Borobudur Mengenalkan salah satu bukit di Magelang yang wajib banget di sambangi. Namanya adalah...
-
SEKOLAH Kala pagi embun yang bening. Berpalut dengan ramai dan terkadang sunyi. Jam beker tak ayal bosan memandang rupaku...
-
Usai Oleh Ari Kurnia Oktavian Ragaku terhempas lepas dilempar angin. Melayang tinggi tiada batas akhir. Diatas langit,kulihat cercah c...
-
Inilah Binatang Pembawa Pesan Kiamat Ad-dabbah Kiamat merupakan kepastian yang akan dialami oleh alam semesta. Tidak hanya agama...
-
MENANTI HADIRMU Oleh Ari Kurnia Oktavian Kubiarkan jemariku menari Diatas lembaran kertas putih Melukis namamu dengan teliti Merangkai...
-
Cintaku padamu bukanlah tulisan diatas pasir. Yang dengan mudahnya tersapu ombak dibibir pantai. Serta menghilang tanpa sisakan bekas. ...
-
PERIHAL PERASAAN Oleh Ari Kurnia Oktavian Pada sunyi malam sosokmu terus membayangiku Kuterka gambar wajahmu yang terlintas dibenakku K...
-
Tidak perlu mematikan cahaya orang lain. Hanya demi membuat dirimu bercahaya sendiri. Pribadi yg baik adalah bercahaya dimanapun kau bera...
-
Hujan tak pernah menyalahkan keadaan, tetapi banyak orang yg menyalahkan Hujan. sejatinya suara Hujan ialah suara alam yg terdengar Indah....