Rabu, 20 September 2017

Pada Sebuah Tinta Seni

Mungkinkah bila Kubertanya 
Pada bintang-bintang
Dan mulai ku merasa
Bahasa Kesunyian
Sadarkan aku yang berjalan
Dalam kehampaan
Terdiam, terpana terbata
Semua dalam keraguan.
Aku dan semua
Yang terluka karena kita.
Aku kan menghilang dalam gelap malam
Lepasku melayang
Biarlahku bertanya pada bintang-bintang
Tentang hati kita
Dalam mimpi yang sempurna
Oleh : Ari Kurnia Oktavian.
https://blogarikurniaoktavian.blogspot.com
Sebab Kau (bukan) Kekasihku
kau yang sempat menjadi asumsiku,
kerap kumenelan rindu yang tak layak terucap dan melebur dalam satu dekap.
Seringkali aku ingin kembali tanpa rasa,
tapi arahku terperangkap,
tersesat dilingkaranmu, bahkan mata angin pun menolak ku kembali.
Aku hanyalah sebagai racun di antara madu yang tersuguhkan sesaat
dan menjadi selintas bayangan semu yang tersesat di hatimu ~
Dosakah bila aku menyukaimu?
Sebab kau telah mempunyai seseorang yang selalu
setia menantikanmu dengan pantas
Oleh : Ari Kurnia Oktavian.
https://blogarikurniaoktavian.blogspot.com

Pada Sebuah Tinta Seni

Kadang Cinta berlaku seperti Turis.
Sejenak dia Singgah,
Lalu kembali meneruskan perjalanannya entah kemana.
Seperti bintang Jatuh,
Yang numpang lewat sesaat di angkasa,
Ada cinta yg datang yg hanya untuk kembali menghilang.
Oleh : Ari Kurnia Oktavian

Di sini Masih Di Hati

Hanya saja aku masih mengusahakannya. Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri. Setelah remuk redam dihantam perasaan. Entah berapa lama ak...

Belum Ada Judul