Rabu, 12 Juli 2017

Pada Sebuah Tinta Seni

Tangan Jail Dan Air Tawar


Aroma busuk melingkup hidup.
Sempitkan paru-paru.
Tinggalkan bisu.
Arus sebarkan cemar.
Lalat terbang riang.
Hinggapi ikan-ikan yang terkapar.

Gemercik hitam menampar pemukiman.
Atap terkubur di telan lumpur.
Hujan semalam,
Buahkan lautan.
Balon-balon mengapung, antarkan pembasmi lapar.

Berjerit hati mengasakan musibah surut.

Ditengah-tengah negara yang sedang carut-marut.
Oleh : Ari Kurnia Oktavian.

Di sini Masih Di Hati

Hanya saja aku masih mengusahakannya. Berusaha menyelematkan perasaanku sendiri. Setelah remuk redam dihantam perasaan. Entah berapa lama ak...

Belum Ada Judul